Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Ponsel Black Market

8 Views.

Black Market atau pasar gelap bisa dibilang merupakan salah satu cara bagi warga Indonesia yang ingin memiliki produk luar negeri yang tidak di rilis resmi di Indonesia. Salah satu jenis barang yang seringkali tersedia disini tentu saja adalah gadget.

Hal - Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Ponsel Black Market

Seperti namanya, berbagai produk yang di jual di BM atau black market ini sudah pasti illegal dan tidak memiliki izin resmi untuk digunakan di Indonesia. Namun tentu saja, produk – produk gadget yang dijual di BM memang memiliki kualitas yang bagus dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan gadget yang dijual secara resmi di Indonesia, sehingga tentu saja tidak aneh jika produk gadget dari BM ini tidak pernah sepi akan peminat.

Sebelum anda memiliki niat untuk membeli handphone BM maka ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Anda harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannnya. Berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam membeli barang BM.

Hal – Hal yang Perlu Anda Perhatikan Dalam Membeli Gadget di BM

Biasanya, terdapat dua jenis gadget yang dijual di BM, ada yang bekas atau Second ada juga yang masih baru atau Brand New In Box. Sehingga dalam membeli ponsel BM, maka tentu saja anda harus jeli dalam memeriksa keadaan ponsel. Bandingkan IMEI yang ada di ponsel dengan IMEI yang ada di box handphone, karena bisa saja ponsel yang anda gunakan itu bekas namun bungkus nya saja yang baru. Selain itu dalam membeli ponsel BM yang tidak dirilis di Indonesia juga memiliki beberapa resiko. Salah satu nya adalah tidak adanya garansi dalam negeri lalu aksesoris dan suku cadang yang terbatas. Hal ini tentu saja akan merepotkan apalagi jika operator yang digunakan merupakan operator dari Negara asal, sudah pasti anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengunlock sim tersebut agar bisa menggunakan operator local, mengunlock sim juga memiliki berbagai macam resiko, baik membuat gadget terganggu dan yang paling parah bisa saja ponsel jadi mati total.


Namun memang, jika anda membeli ponsel BM, anda bisa memiliki ponsel yang terbilang limited dan belum pernah dirilis di Indonesia, bahkan terkadang, jika anda membandingkan ponsel yang dibuat dan dirilis di Indonesia dan yang dibuat di Negara aslinya namun tidak dirilis di Indonesia memiliki beberapa macam fitur yang berbeda, tentu saja ponsel yang dibuat di Negara aslinya memiliki fitur yang lebih canggih dibandingkan yang dijual di Indonesia. Selain itu, dengan membeli ponsel BM juga anda bisa mendapatkan ponsel Limited edition juga ponsel yang bahkan belum dirilis di Indonesia. Harga nya pun tentu lebih murah karena belum terkena pajak.

Yang jelas, dalam membeli ponsel baik itu di BM atau di toko, tentu saja anda harus berhati – hati dalam membeli barang yang termasuk mahal ini.

Indonesia Dalam Menanggapi Ponsel dan Gadget BM

Bagi masyarakat, menggunakan handphone berkualitas dengan harga yang murah tentu saja lebih dipilih, namun bagi pemerintah dan Negara, tentu saja hal ini akan menyebabkan kerugian yang lumayan besar, sehingga mungkin anda juga tahu jika akan muncul sebuah aturan yang tidak memperbolehkan ada nya ponsel BM.

Namun karena kurangnya kesadaran masyarakat, sehingga Kemenkominfo pun harus turun tangan dan akan memblokir ponsel illegal dari jaringan seluler Indonesia.

Dengan memberlakukan aturan ini, masyarakat yang menggunakan ponsel BM tentu saja akan dirugikan karena mereka tidak akan bisa menggunakan jaringan seluler. Namun bagi pemerintah, hal ini dirasa mampu meningkatkan perekonomian indonesia.

Kemenkominfo mengatakan, masyarakat masih bisa untuk menggunakan ponsel BM yang dibeli pada bulan februari hingga sehari sebelum penerapan aturan IMEI.

Dalam pemblokiran Imei ini, basis data SIBINA yang dikelola oleh kemenperin akan dihubungkan dengan MSISDN atau dengan nomor identitas dari sim card yang dikelola oleh operator seluler. Setelah ponsel terhubung dengan jaringan, otomatis aplikasi operator akan memindai IMEI ponsel. Ponsel – ponsel yang terdaftar dan sudah teregistrasi IMEI oleh petugas bea dan cukai dan sudah dimasukan ke basis data kemenperin akan menggunakan ponsel seperti biasanya. Namun jika IMEI tidak terdaftar, maka koneksi jaringan akan langsung diputus.